Implementasi Metode Heijunka Dalam Pemerataan Produksi Gorong-gorong

IMPLEMENTASI METODE HEIJUNKA DALAM PEMERATAAN PRODUKSI GORONG-GORONG
Penulis : Nasion Patriotik, ARIF RAHMAN & Dwi Hadi Sulistyarini

Abstrak : Perusahaan produsen bahan bangunan memproduksi gorong-gorong mulai dari ukuran 20 cm3 hingga 100 cm3. Permasalahan muncul pada sistem produksi dimana mengedepankan pesanan yang dahulu datang dan ada untuk dikerjakan tanpa memperkirakan pesanan yang bervariatif dan berfluktuatif. Sehingga apabila pesanan tiba-tiba dan jumlah besar, tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pada penelitian ini dilakukan penjadwalan menggunakan metode Heijunka yaitu penjadwalan produk secara merata yang menghasilkan sebuah ritme produksi, sehingga penjadwalan dengan metode Heijunka didapatkan jadwal produksi sebagai berikut yakni 1B, 1C, 1A, 1D, 1A, 1C, 1B, 1D begitu seterusnya dengan “A” Gorong-gorong 20 cm3, “B” Gorong-gorong 40 cm3, “C” Gorong-gorong 60 cm3, “D” Gorong-gorong 100 cm3. Penelitian ini menganalisis perbandingan waktu pengiriman dan rata-rata tingkat persediaan antara penjadwalan Heijunka dan Penjadwalan existing.
Kata kunci : Heijunka, pemerataan produksi, penjadwalan produksi, tingkat persediaan.

IMPLEMENTATION OF HEIJUNKA METHOD IN CULVERT PRODUCTION LEVELING

Abstract : A building materials manufacturer produces culverts ranging from size 20 cm3 to 100 cm3. The company applies First Come First Serve approach to fulfill the orders. Without product variety consideration, it triggers the company sometimes fails to accomplish other orders on time. There are several urgent large scale orders can not be completed in time. This research uses Heijunka method to make mixed scheduling and production leveling by production rhythm. The Heijunka method obtained the mixed production schedule that is 1B, 1C, 1A, 1D, 1A, 1C, 1B, 1D, so on with “A” Culvert 20 cm3, “B” Culvert 40 cm3, “C” Culvert 60 cm3, “D” Culvert 100 cm3. This research analyzes the comparison of delivery time and stock level between Heijunka scheduling and existing scheduling.
Keywords : Heijunka, production leveling, mix scheduling, stock level.

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 5 No 2 thn 2017, pp 456-466
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , , . Bookmark the permalink.