Pemetaan Potensi Pariwisata Di Malang Raya Dengan K-Means Cluster Analysis

PEMETAAN POTENSI PARIWISATA DI MALANG RAYA DENGAN K-MEANS CLUSTER ANALYSIS
Penulis : Haelzon Simanjuntak, ARIF RAHMAN & Ceria Farela Mada Tantrika

Abstrak : Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu adalah wilayah yang sangat berpotensi dengan kekayaan alam wisata dan diharapkan memberikan kontribusi dalam meningkatkan wisatawan yang datang. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah destinasi pariwisata sebanyak 241 destinasi yang tersebar di 33 kecamatan. Namun kenyataannya, membutuhkan waktu yang lama untuk menjelajahinya dikarenakan para wisatawan tentunya telah memiliki alokasi biaya dan waktu. Selain itu, permasalahan lainnya adalah aksesibilitas seperti ketersediaan transportasi massal yaitu angkutan umum yang memadai dan tempat tinggal sementara yang memiliki jumlah yang banyak dan klasifikasi dengan kualitas terbaik. Sehingga perlu dilakukan pemetaan potensi pariwisata Malang Raya untuk memberikan gambaran mengenai persebarannya dan ketersediaan infrastruktur pendukung kelancaran berwisata. Adapun pemetaan yang dilakukan adalah menggunakan analisis cluster non-hierarki K-Means. Selanjutnya diperoleh pemetaan yang terbagi ke dalam lima cluster, yaitu cluster satu terdiri atas destinasi dengan jenis pariwisata alam dan bahari , cluster dua adalah pariwisata budaya, olahraga, dan pendidikan ,cluster tiga dengan jenis pariwisata sejarah dan religi, cluster empat dengan jenis pariwisata buatan, dan cluster lima dengan jenis komersial.
Kata kunci : Analisis Klaster, Malang Raya, Pariwisata, Pemetaan

MAPPING THE TOURISM POTENTIAL IN MALANG RAYA WITH K-MEANS CLUSTER ANALYSIS

Abstract : Malang Raya which covers Kota Malang, Kabupaten Malang and Kota Batu is a very potential tourism region with countless varieties of natural attractions that is expected to contribute in increasing the tourist arrival. There are 241 tourism destinations spread across 33 districts. But in fact, it takes a long time to explore them because the tourists must have a lot of spare time and budget. Other issues are transportation accessibility, public transportation mode and lodging problems. It is necessary to mapping the potential of Malang Raya tourism destinations to provide an overview of its spreading and to support government policy of infrastructure development. This study uses K-Means non-hierarchical cluster analysis. The result divides the mapping into five clusters, namely the first cluster as the natural and marine tourism, the second cluster as the sports, educational and cultural tourism, the third cluster as the historical and religious tourism, the fourth cluster as the artificial tourism and the fifth cluster as the commercial tourism.
Keywords : Cluster Analysis, Malang Raya, Tourism, Mapping

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 4 No 10 thn 2016, pp
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , , . Bookmark the permalink.