Penjadwalan Produksi Dengan Permasalahan Perbedaan Kapasitas Produksi Menggunakan Pendekatan EDD Untuk Meminimasi Total Tardiness

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN PERMASALAHAN PERBEDAAN KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN EDD UNTUK MEMINIMASI TOTAL TARDINESS
Penulis : Andita Nastasia Lazuardi, ARIF RAHMAN & Agustina Eunike

Abstrak : Perusahaan budidaya dan pengolahan produk derivatif jamur mempunyai banyak varian produk. Perusahaan menjalankan produksi untuk semua produknya menggunakan sumber daya di lini produksi yang sama. Di proses pengeringan dan sterilisasi, terdapat 3 buah oven yang dioperasikan paralel, namun mempunyai kapasitas berbeda. Penjadwalan saat ini didasarkan pada keputusan koordinator produksi dengan menerapkan sistem FCFS. Apabila suatu order sudah mendekati due date, maka penjadwalan akan direvisi menggunakan prinsip EDD. Tipe lantai produksi pada perusahaan ini adalah Hybrid Flexible Flowshop. Penjadwalan yang selama ini berlangsung dirasa kurang efektif karena masih terdapat beberapa job yang mengalami keterlambatan. Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, pada penelitian ini dikembangkan algoritma heuristik berbasis EDD dan SPT dengan menerapkan aturan non-permutation dan tidak mengijinkan adanya preemptions untuk meminimasi total tardiness. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa, algoritma yang dikembangkan menghasilkan total tardiness sebesar 54 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma tersebut, dapat mengurangi total tardiness sebesar 28 hari dibandingkan dengan sistem penjadwalan yang ada.
Kata kunci : Hybrid Flexible Flowshop, Penjadwalan Produksi, Kapasitas Berbeda, FCFS, EDD, SPT, Minimasi Total Tardiness,

UNBALANCED ASYNCHRONOUS PRODUCTION SCHEDULING WITH DIFFERENT CAPACITY PROBLEMS USING EDD APPROACH TO MINIMIZE TOTAL TARDINESS

Abstract : A mushroom cultivation and processing manufacturer has many mushroom derivative product variants. The company produces all products using same production line. In the drying and sterilization process, there are three oven operated in parallel, but have different capacity. Production coordinator plans current scheduling based on FCFS rule. But when the orders is close to the due date, then the schedule will be revised using EDD rule. The shop floor layout is Hybrid Flexible flowshop. Ineffective scheduling makes some delayed job. Solving tardiness problems, this study develops a heuristic algorithm based on EDD and SPT rule with non-permutation rules and not allowed pre-emptions to minimize total tardiness. The result shows that the developed algorithms has total tardiness of 54 days. It indicates that the algorithm reduces total tardiness by 28 days compared with current scheduling.
Keywords : Hybrid Flexible Flowshop, Production Scheduling, Different Capacity, FCFS, EDD, SPT, Total Tardiness Minimization,

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3 No 6 thn 2015, pp 1268-1278
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.