Penjadwalan Produksi Untuk Meminimasi Total Tardiness Pada Kejadian Reproses

PENJADWALAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI TOTAL TARDINESS PADA KEJADIAN REPROSES
Penulis : Putri Muqodimatul Wahyu Inayah, ARIF RAHMAN & Ceria Farela Mada Tantrika

Abstrak : Perusahaan Integrated Textile Mill menerapkan strategi Make to Order (MTO) dalam melaksanakan produksinya. Perusahaan berupaya untuk memenuhi ketepatan due date dan meminimasi jumlah persediaan. Dalam urutan proses produksinya terdapat aliran balik untuk reproses, sehingga perlu pengurutan ulang pada job yang diolah di proses tersebut. Bahkan apabila terdapat cacat, maka akan dilakukan reproses juga. Sehingga selain ada masalah pengurutan ulang, juga terjadi perubahan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Penjadwalan produksi yang digunakan di perusahaan menggunakan model First Come First Serve (FCFS). Dari 9 order yang dijadwalkan terdapat 4 order yang mengalami keterlambatan yaitu job 2, job 4, job 5, dan job 8. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu algoritma Earliest Due date (EDD), algoritma Minimum Slack Time (MST) dan gabungan antara algoritma EDD dan MST. Prioritas jadwal dengan menggunakan algoritma EDD yaitu job 5 – 1 – 2 – 3 – 4 – 8 – 6 – 7 – 9. Prioritas jadwal dengan menggunakan algoritma MST yaitu job 5 – 1 – 2 – 3 – 4 – 6 – 7 – 8 – 9. Prioritas jadwal dengan menggunakan algoritma EDD-MST yaitu job 5 – 1 – 2 – 3 – 4 – 8 – 6 – 7 – 9. Perubahan urutan job terjadi pada mesin A, mesin C, mesin G, mesin H, mesin J, mesin K dan mesin L. Dengan menggunakan algoritma EDD, algoritma MST dan algoritma EDD-MST dapat menekan nilai total tardiness penjadwalan existing pada kejadian reproses. Pengurangan nilai total tardiness pada penjadwalan existing yaitu sebesar 96 hari dapat dikurangi menjadi 0 hari.
Kata kunci : penjadwalan produksi, reproses, Earliest Due Date (EDD), Minimum Slack Time (MST), total tardiness.

PRODUCTION SCHEDULING TO MINIMIZE TOTAL TARDINESS ON REPROCESS EVENT

Abstract : An Integrated Textile Mill Company implements Make to Order (MTO) strategy to carry out its production. The Company strives to meet the due date conformity and to minimize inventory. In the sequence of production flow there are a backflows to reprocess, so it needs to reorder some jobs in the processing machine. If there is defect, it also needs to reprocess. There are reordering problems that change the previous schedule. The company schedules the production using the First Come First Serve (FCFS) model. There are 4 of nine jobs that are delayed, namely job 2, job 4, job 5, and job 8. This study uses the Earliest Due Date (EDD) algorithm, the Minimum Slack Time (MST) algorithm and a combined EDD-MST algorithm. Based on EDD algorithm, the priority schedule of job sequencing is 5 – 1 – 2 – 3 – 4 – 8 – 6 – 7 – 9. Based on MST algorithm, the priority schedule of job sequencing is 5 – 1 – 2 – 3 – 4 – 6 – 7 – 8 – 9. Based on MST-EDD algorithm, the priority schedule of job sequencing is 5 – 1 – 2 – 3 – 4 – 8 – 6 – 7 – 9. Reorder problems occur in machine A, machine C, machine G, machine H, machine J, machine K and machine L. By using EDD algorithm, MST algorithm and MST-EDD algorithm, it can reduce the total tardiness of production scheduling on reprocess event. It reduces total tardiness from 96 days to 0 days.
Keywords : production scheduling, job sequencing, reprocess, Earliest Due Date (EDD), Minimum Slack Time (MST), total tardiness.

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3 No 6 thn 2015, pp 1109-1118
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , , . Bookmark the permalink.