Evaluasi Produktivitas Perusahaan Menggunakan Production Model Seppo Saari

EVALUASI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN MENGGUNAKAN PRODUCTION MODEL SEPPO SAARI
Penulis : Andreas Aryo Widhiaswara, ARIF RAHMAN & Rahmi Yuniarti

Abstrak : Sebuah perusahaan pemintalan benang memiliki 4 departemen, yaitu spinning A, spinning B1, spinning B2 dan weaving. Pada tahun 2013 departemen spinning B1 dan spinning B2 tidak dapat memenuhi target produksi. Kedua departemen tersebut juga mengeluarkan biaya produksi melampaui anggaran biaya. Target produksi yang tidak tercapai disertai biaya produksi yang membengkak mengindikasikan produktivitas kedua departemen belum baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Production Model Seppo Saari. Dari hasil production model maka didapatkan indeks produktivitas dan indeks distribusi. Langkah berikutnya adalah membuat tabel deret waktu perkembangan. Tabel ini bermanfaat untuk menggambarkan seperti apa perkembangan produktivitas yang telah dicapai perusahaan. Selanjutnya dibuat cause effect diagram untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penurunan produktivitas dengan memperhatikan ukuran-ukuran yang dihitung sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas PT. X memiliki rata-rata sebesar 1,116. Sedangkan nilai index of distribution memiliki rata-rata 0,988. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga pada setiap periode namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai produktivitas yang dicapai perusahaan. Rekomendasi yang dapat disarankan untuk meningkatkan produktivitas yaitu perencanaan perawatan terjadwal pada fasilitas produksi, pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan kebutuhan produksi, serta manajemen sumber daya memperhatikan hari kerja.
Kata kunci : Pengukuran Produktivitas, Production Model Seppo Saari, Cause Effect Diagram.

PRODUCTIVITY EVALUATION ACCORDING TO SEPPO SAARI’S PRODUCTION MODEL

Abstract :A yarn spinning company has four departments, namely spinning A, spinning B1, spinning B2 and weaving. In 2013 the spinning B1 and spinning B2 can not fulfill production targets. They also spend production costs exceed the budget. Unachieved production target and overspending indicate that both departments have poor productivity. This study uses Production Model of Seppo Saari. The productivity calculation denotes the productivity index and the distribution index. It depicts the productivity development by means of the time series. It uses cause effect diagram to analyze the factors that cause decreasing productivity by taking into account the calculation. The results shows that the average of productivity index is about 1.116 and distribution index is about 0.988. These indicate that despite prices increase every period but they do not significantly affect into its productivity. The study recommends to conducts preventive maintenance scheduling, raw material inventory control, and resource management.
Keywords : Productivity Measurement, Production Model of Seppo Saari, Cause Effect Diagram.

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3 No 4 thn 2015, pp 751-763
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , . Bookmark the permalink.