Pengendalian Persediaan Spare Parts Mesin D3E Dengan Pendekatan Inventory Probabilistic Models

PENGENDALIAN PERSEDIAAN SPARE PARTS MESIN D3E DENGAN PENDEKATAN INVENTORY PROBABILISTIC MODELS
Penulis : Novita Ratna Primantari, ARIF RAHMAN & Zefry Darmawan

Abstrak : Saat ini, perusahaan produsen filter rokok hanya melakukan pengadaan spare parts apabila kebutuhan spare parts sudah menipis bahkan sudah kosong. Dari data tahun 2012 dan 2013 menunjukkan bahwa kebutuhan Pusher Pins #BLE1156, Knife Shaft #98017.198, Bearing #38 KTT, Suction Band 12.7X1546, Center Pusher #98018.509A, Center Pusher 500687 #98018-509 dan Grip Tape 2.0 MM membutuhkan biaya yang besar untuk proses pengadaannya. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian persediaan yang efisien. Penelitian ini melakukan perhitungan order quantity, reorder point, service level, dan stock level dengan metode inventory probabilistic models. Dari perhitungan yang didapatkan bahwa service level ketujuh spare parts berkisar di rentang 0,70 sampai 0,90. Total cost terbesar adalah untuk spare parts jenis Center Pusher 500687#98018-509 sebesar Rp 35.953.553,57 dengan order quantity sebanyak 28 buah dan reorder point sebanyak 27 buah. Sedangkan total cost terkecil adalah untuk spare parts jenis Knife Shaft #98017.198 sebesar Rp 18.042.148,44 dengan order quantity sebanyak 2 buah dan reorder point sebanyak 2 buah.
Kata kunci : Spare Parts Inventory, Backorder Case Stockout Per Unit, Inventory Probabilistic Models

INVENTORY CONTROL OF SPARE PARTS OF CIGARETTE FILTER MACHINE D3E WITH PROBABILISTIC INVENTORY MODELS

Abstract : Recently, a cigarette filter manufacturer conducts spare parts procurement when its stock run out. Based on 2012 and 2013 data, it shows that some spare parts have expensive procurement cost, such as Pusher Pins #BLE1156, Knife Shaft #98017.198, Bearing #38 KTT, Suction Band 12.7X1546, Center Pusher #98018.509A, Center Pusher 500687 #98018-509 and Grip Tape 2.0 MM. The company has to control its inventory efficiently. This study calculates order quantity, reorder point, service level and stock levels using probabilistic inventory models. The result shows that the service level of seven spare parts in the range of 0.70 to 0.90. The highest total inventory cost of Rp 35,953,553.57 is inventory of Center Pusher 500687#98018-509 with order quantity of 28 pieces and reorder point of 27 pieces. The lowest total cost of Rp 18,042,148.44 is inventory of Knife Shaft # 98017.198 with order quantity of 2 pieces and reorder point of 2 pieces.
Keywords : Spare Parts Inventory, Backorder Case with Stockout Per Unit, Probabilistic Inventory Models.

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3 No 1 thn 2015, pp 132-141
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , , . Bookmark the permalink.