Perencanaan Agregat Chase Strategy Dengan Analisis Kebutuhan Operator Dan Sesuai Fluktuasi Permintaan Rokok

PERENCANAAN AGREGAT CHASE STRATEGY DENGAN ANALISIS KEBUTUHAN OPERATOR DAN SESUAI FLUKTUASI PERMINTAAN ROKOK
Penulis : Aditya Rahmadhani, ARIF RAHMAN & Ceria Farela Mada Tantrika

Abstrak : Salah satu pabrik rokok di kota Malang yang memproduksi rokok SKT dan SKM melayani permintaan yang sangat fluktuatif setiap bulannya. Jumlah permintaan rokok yang sangat fluktuatif ini tentu sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan jumlah operator yang membuat sigaret kretek tangan (SKT) dan juga penggunaan jumlah mesin yang digunakan untuk membuat sigaret kretek mesin (SKM). Lini produksi SKT mempekerjakan operator SKT dan verpack dalam jumlah yang konstan untuk memenuhi berapapun jumlah permintaan rokok dari konsumen. Hal ini menimbulkan besarnya biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Penelitian ini membandingkan pengaturan jumlah operator SKT dan verpack dengan chase strategy terhadap pengaturan jumlah operator SKT dan verpack konstan, guna mengetahui strategi mana yang menghasilkan biaya tenaga kerja yang minimal. Perbandingan juga akan dilakukan pada strategi pengaturan jumlah mesin maker, verpack, mesin bandrol dan mesin wrapper untuk mengetahui strategi mana yang menghasilkan biaya listrik yang minimal. Berdasarkan perbandingan biaya tenaga kerja menunjukkan metode chase strategy membutuhkan total biaya tenaga kerja lebih kecil yaitu sebesar Rp.744.673.875. sedangkan total biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp.1.199.007.984 atau 37% lebih besar dari biaya tenaga kerja berdasarkan metode chase strategy. Untuk total biaya listrik, perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp.72.815.948, sedangkan jika dengan chase strategy diestimasikan sebesar Rp.71.276.490. Selisih keduanya adalah Rp.1.539.458 atau 2% lebih kecil dari total biaya listrik yang sudah dikeluarkan perusahaan.
Kata kunci : Fluktuatif, pengaturan jumlah operator dan mesin, biaya minimal, total biaya tenaga kerja, total biaya listrik.

AGGREGATE PLANNING WITH CHASE DEMAND STRATEGY AND OPERATOR REQUIREMENTS ANALYSIS BASED ON CIGARETTE DEMAND FLUCTUATIONS

Abstract : In Malang, a cigarette manufacturer produces the hand rolled cigarettes (SKT) and the factory made cigarettes (SKM). It has to fulfill fluctuating demand. The volatile demand of cigarettes affects the requirement of operators who make the hand rolled cigarettes (SKT) and machines that make the factory made cigarettes (SKM). The shopfloor empowers fixed number of SKT operators and verpack operators to fulfill the regardless fluctuating demand. It raises total labor costs. This study compares between manpower planning using chase demand strategy and level resource strategy, to evaluate strategies with less labor costs. It also compares on the strategies to arrange the number of machines that consist of rolling machines, packing machines, bandaging machines and wrapping machines to evaluate strategies with less electric energy costs. Based on labor costs comparison, it shows that the chase demand strategy allocates less total labor costs in the amount Rp. 744,673,875, while the level resource strategy allocates Rp. 1,199,007,984 or 37% greater. Based on electric energy costs, the level resource strategy allocates Rp. 72,815,948, while the chase demand strategy allocates Rp. 71,276,490 or 2% less.
Keywords : Fluctuating Demand, Manpower Planning, Machine Arrangement, Cost Minimization, Labor Cost, Electric Energy Cost.

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2 No 6 thn 2014, pp 1192-1201
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , , , . Bookmark the permalink.