Apa Definisi Ghuraba’?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

GHURABA’ TEGUH MENYAMPAIKAN KEBENARAN MESKI DIPERASINGKAN

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba’ (orang-orang yang terasing).” (HR. Muslim).

طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ فَقِيلَ مَنْ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَاسٌ صَالِحُونَ فِي نَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ

“Keberuntungan bagi ghuraba’ (orang-orang yang terasing), keberuntungan bagi ghuraba’, keberuntungan bagi ghuraba’.” Ada yang bertanya; “Siapakah ghuraba’ itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Mereka adalah orang-orang shalih hidup di tengah-tengah orang-orang buruk yang banyak, orang-orang yang menentangnya lebih banyak daripada orang-orang yang mentaatinya.” (HR. Ahmad).

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا ثُمَّ يَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ

“Islam muncul dalam keadaan asing dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba’ (orang-orang yang terasing)”. Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah ghuraba’ itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik di saat manusia telah rusak.” (HR. Ahmad).

إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قَالَ قِيلَ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ النُّزَّاعُ مِنْ الْقَبَائِلِ

“Sesungguhnya Islam itu muncul dalam keadaan asing dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba’ (orang-orang yang terasing).” Ada yang bertanya, “Siapakah ghuraba’ itu?” beliau menjawab: “Orang-orang yang terpisah (berseberangan) dari kabilah-kabilah (yang sesat).” (HR. Ibnu Majah dan Ad-Darimi).

إِنَّ الدِّينَ بَدَأَ غَرِيبًا وَيَرْجِعُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِي مِنْ سُنَّتِي

“Sesungguhnya Islam itu muncul dalam keadaan asing dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah ghuraba’ (orang-orang yang terasing), yaitu orang orang yang memperbaiki sunnahku di saat manusia merusak sunnah-sunnah ku” (HR. At-Tirmidzi).

GHURABA’ atau orang-orang terasing mempunyai makna orang yang memegang teguh islam dan iman dengan menggenggam kuat Al-Quran dan Hadits, serta senantiasa menyerukan amar ma’ruf nahi munkar di saat masyarakat sekitarnya telah banyak tersesat.

This entry was posted in Opinions and tagged , . Bookmark the permalink.