Lecture Notes

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seseorang yang belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

  1. tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong karena merasa lebih pintar.
  2. tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu’ karena merasa masih banyak yang tidak diketahui.
  3. tingkatan ketiga, dia akan menganggap dirinya tidak ada apa-apanya karena merasa masih bodoh dan tidak tahu apa-apa.

Allah Ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَنَّمَا فِى الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلٰمٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Luqman[31] : 27)

MODUL KULIAH :

  1. ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM
  2. ALGORITMA & PEMROGRAMAN KOMPUTER
  3. APLIKASI KOMPUTER
  4. BASISDATA
  5. E-COMMERCE & E-BUSINESS
  6. ERGONOMI
  7. KIMIA INDUSTRI
  8. MANAJEMEN PERAWATAN
  9. ORGANISASI & MANAJEMEN
  10. PEMASARAN
  11. PEMODELAN SISTEM
  12. PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
  13. PERANCANGAN PRODUK
  14. PERAWATAN & KEANDALAN
  15. PERENCANAAN PRODUKSI
  16. PROYEK
  17. REKAYASA LINGKUNGAN
  18. SIMULASI
  19. SISTEM INFORMASI ENTERPRISE
  20. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
  21. SISTEM PRODUKSI
  22. STATISTIK & PROBABILITAS
  23. STATISTIK INFERENSIA
  24. STRATEGI
  25. SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Amal dan Dosa jariyah
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim).

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barang siapa memberikan teladan yang baik dalam Islam, lalu teladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa memberikan teladan yang buruk dalam Islam, lalu teladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka peroleh sedikitpun.” (HR. Muslim).