Analisis Kendala Pada Electrolytic Tinning Line Berdasarkan OEE, OLE, Dan OTE

ANALISIS KENDALA PADA ELECTROLYTIC TINNING LINE BERDASARKAN OEE, OLE, DAN OTE
Penulis : Arfa Winiartika, ARIF RAHMAN & Rakhmat Himawan

Abstrak : Perusahaan manufaktur memproduksi tinplate dengan menggunakan Electrolytic Tinning Line. Electrolytic Tinning Line mencakup 7 tahapan proses permesinan yang berurutan yaitu entry section, cleaning, pickling, plating, reflow, chemical treatment, dan exit section. Terdapat beberapa masalah yang terjadi, antara lain tidak terpenuhinya target produksi dan tingginya downtime. Penelitian ini melakukan pengukuran efektivitas dari lini, mesin, dan sistem produksi pada Electrolytic Tinning Line untuk mengetahui kinerja peralatan produksi dan mencari kendala utamanya. Metode yang digunakan yaitu theory of constraints (TOC) dengan mempertimbangkan overall line effectiveness (OLE), overall equipment effectiveness (OEE), dan overall troughput effectiveness (OTE). Rata-rata nilai OLE sebesar 69,44% dan losses yang berpengaruh adalah reduced speed yaitu sebesar 43,20% atau 1061,13 jam serta breakdown losses sebesar 37,82% atau 929,01 jam. Rata-rata nilai OEE berada dalam rentang 61,41% hingga 81,46%. Rata-rata nilai OTE sebesar 67,60%, dengan nilai bottleneck indicator terkecil terdapat pada mesin pay off reel sebesar 15.07. Hasil penelitian tersebut menunjukkan kendala utama terdapat pada mesin pay off reel dan losses yang berpengaruh yaitu reduced speed sebesar 86.80% atau 2007.17 jam. Penyebab terjadinya losses antara lain operator tidak mengecek level roll dengan benar, roll rusak karena bearing rusak, dan kondisi roll yang tidak sejajar. Konsep TPM digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi losses tersebut dengan merekomendasikan pelumasan berkala dan penggunaan checklist untuk pemeriksaan kondisi bearing dan level roll.
Kata kunci : TOC, TPM, OLE, OEE, OTE, six big losses.

CONSTRAINTS ANALYSIS AT ELECTROLYTIC TINNING LINE BASED ON OEE, OLE, AND OTE

Abstract : A manufacturing company produces tinplate using an Electrolytic Tinning Line. The Electrolytic Tinning Line includes 7 stages of sequential machining process namely entry section, cleaning section, pickling section, plating section, reflow section, chemical treatment section, and exit section. There are several problems in the production line, such as missing production targets and high downtime. This study measures the effectiveness of line, machine, and production system on Electrolytic Tinning Line to evaluate the performance of production line and to identify the constraints. It uses theory of constraints (TOC) by considering overall line effectiveness (OLE), overall equipment effectiveness (OEE), and overall throughput effectiveness (OTE). The average OLE is 69.44% and losses affecting are reduced speed (43.20% or 1061.13 hours) and breakdown losses (37.82% or 929.01 hours). The OEE score range is 61.41% to 81.46%. The average OTE is 67.60%, and the smallest bottleneck indicator occurs in the pay off reel machine (15.07). The results show that the capacity constraint resource is the pay off reel machine and the significant loss is the reduced speed (86.80% or 2007.17 hours). The root cause of losses are uncheck roll level, roll failure, broken bearing, and missaligned roll conditions. It uses TPM principles to improve effectiveness and reduce losses by recommending periodic lubrication and checklist for routine inspection of bearing and roll level.
Keywords : TOC, TPM, OLE, OEE, OTE, six big losses.

Artikel dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3 No 10 thn 2015, pp
Artikel dapat diperiksa di situs jrmsi
Artikel dapat didownload pdf

This entry was posted in My Students and tagged , , , . Bookmark the permalink.