Kematian dan Kiamat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

KEMATIAN ATAU KIAMAT MENJADI AKHIR KEHIDUPAN DI DUNIA

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۞ه

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…” (QS. Ali Imran [3]:185, QS. Al-Anbiya [21]:35, QS. Al-Ankabut [29]:57)

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ ٱلْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ۞ه

“Kami telah menentukan kematian di antara kalian dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan.” (QS. Al-Waqi’ah [56]:60)

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُواْ شُيُوخًا ۚ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوٓاْ أَجَلًا مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ۞ه

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” (QS. Al-Ghafir [40]:67)

ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَٱلَّتِى لَمْ تَمُتْ فِى مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ ٱلَّتِى قَضَىٰ عَلَيْهَا ٱلْمَوْتَ وَيُرْسِلُ ٱلْأُخْرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ۞ه

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar [39]:42)

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ ۞ه

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun [63]:11)

أَيْنَمَا تَكُونُواْ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۞ه

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa [4]:78)

KEMATIAN atau kiamat atau as-saa’ah (السَّاعَةُ) mempunyai makna saat berakhirnya kehidupan dari yang berjiwa meninggalkan alam dunia (menuju alam akhirat) dengan dicabutnya nyawa atau ruh dari raga sesuai yang ditetapkan Allah dalam rahasia dan ilmu di sisi-Nya yang menjadi tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Kata kematian atau kiamat atau as-saa’ah (السَّاعَةُ) dimaknakan tiga tingkat:

1. As-Saa’atush Shughraa (Kiamat Kecil). Yaitu kematian (ajal atau maut) seorang manusia. Sehingga saat seseorang meninggal dunia, maka telah terjadi Kiamat padanya.

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَٰتًا فَأَحْيَٰكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ۞ه

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu dahulunya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS. Al-Baqarah [2]:28)

قُلْ يَتَوَفَّٮٰكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ۞ه

“Katakanlah: ‘Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan’.” (QS. As-Sajdah [32]:11)

2. As-Saa’atul Wusthaa (Kiamat Sedang). Yaitu kematian (kemusnahan atau kebinasaan) satu kaum, atau satu bangsa atau satu generasi manusia. Sehingga saat terjadi wabah, musibah, bencana atau lainnya yang menimpa dan menewaskan banyak orang dalam waktu seketika atau tidak lama, maka telah terjadi Kiamat pada mereka.

وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ ۞ه

“Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).” (QS. Al-Anbiya [21]:11)

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا ٱلنَّاسُ وَيَأْتِ بِـَٔاخَرِينَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًا ۞ه

“Jika Dia (Allah) menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.” (QS. An-Nisa [4]:133)

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ ۞ه

“Jika Dia (Allah) menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).” (QS. Ibrahim [14]:19, QS. Fathir [35]:16)

3. As-Saa’atul Kubraa’ (Kiamat Besar). Yaitu kematian (kiamat) seluruh makhluk hidup yang disertai kehancuran segenap alam semesta yang ditandai dengan ditiupnya terompet sangkakala, yang kemudian manusia dibangkitkan, dikumpulkan, dihisab dan diberikan pembalasan.

وَنُفِخَ فِى الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى السَّمٰوٰتِ وَمَن فِى الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ ۞ه

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar [39]:68)

يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ ۞ه

“Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran” (QS. Al-Qariah [101]:4)

This entry was posted in Opinions and tagged , . Bookmark the permalink.