Apa Definisi Muttaqin ?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

MUTTAQIN BERTAKWA DAN BERTAWAKAL KEPADA ALLAH

Allah Ta’ala berfirman:

فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ ۞ه

“…maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa (muttaqin).” (QS. Ali Imran [3]:76)

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمٰنِ وَفْدًا ۞ه

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa (muttaqin) kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat.” (QS. Maryam [19]:85)

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَٮٰكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ۞ه

“…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَاتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ ۞ه

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, …” (QS. Al-A’raf [7]:96)

وَالَّذِينَ اتَّقَوْا۟ فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۞ه

“…Dan orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Al-Baqarah [2]:212)

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ۞ه

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (muttaqin)” (QS. Ali Imran [3]:133)

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا ۞ه

“…Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS. Ath-Thalaq [65]:5)

MUTTAQIN atau orang-orang bertakwa mempunyai makna orang mukmin yang memelihara keimanannya serta senantiasa mengingat Allah dan mengimani perkara ghaib terutama hari yang dijanjikan (kiamat), sehingga bercampur rasa harap dan cemas untuk memegang teguh tali Allah (agama Islam dan kitab Al-Quran) dengan istiqomah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan Allah, serta bertawakal menyerahkan akhir (hasil) segala urusan kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثٰقَهُ الَّذِى وَاثَقَكُم بِهِۦٓ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا۟ اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُورِ ۞ه

“Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Sami’na Wa-atha’na” (kami dengar dan kami taati). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).” (QS. Al-Maidah [5]:7)

This entry was posted in Opinions and tagged , . Bookmark the permalink.