Apa Definisi Munafiq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

MUNAFIQUN BERPENYAKIT HATI

Allah Ta’ala berfirman:

لَّئِن لَّمْ يَنتَهِ الْمُنٰفِقُونَ وَالَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِى الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلًا ۞ مَّلْعُونِينَ ۖ أَيْنَمَا ثُقِفُوٓا۟ أُخِذُوا۟ وَقُتِّلُوا۟ تَقْتِيلًا ۞ه

“Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.” (QS.Al-Ahzab [33]:60-61)

إِذْ يَقُولُ الْمُنٰفِقُونَ وَالَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ۞ه

“(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.” (QS. Al-Anfal [8]:49)

وَإِذْ يَقُولُ الْمُنٰفِقُونَ وَالَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ إِلَّا غُرُورًا

“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”.” (QS. Al-Ahzab [33]:12)

يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِى قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ اسْتَهْزِءُوٓا۟ إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُونَ ۞ه

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. ” (QS. At-Taubah [9]:64)

مُّذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هٰٓؤُلَآءِ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًا ۞ه

“Mereka (orang-orang munafik) dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.” (QS. An-Nisa [4]:143)

MUNAFIQUN atau orang-orang munafik mempunyai makna orang-orang yang mempunyai penyakit di dalam hatinya yaitu pendirian yang jamak (tidak konsisten dan goyah pendirian) dan keragu-raguan dalam iman, serta selalu mencari pembenaran untuk kepentingan pribadinya sehingga mudah untuk berdusta dan mengelabui dengan menampakkan kebaikan (keislaman) di depan manusia tetapi menyembunyikan keburukan (kekufuran) yang sesungguhnya.

Macam Munafiqun :

  • Nifaq I’tiqadi (keyakinan), yaitu orang munafik yang menampakkan keislaman di depan manusia, tetapi menyembunyikan kekufuran. Orang munafik ini keluar dari Islam dan dia dilaknat Allah di tingkatan paling bawah dalam neraka. Mereka masuk ke dalam agama Islam untuk mengelabui umat Islam terutama saat kekuatan Islam besar dan kuat sedangkan mereka tak mampu membendungnya. Mereka sering melakukan tipu daya terhadap agama dan ibadah, agar mereka bisa hidup bersama umat Islam serta mengamankan jiwa dan harta mereka.
  • Nifaq ‘Amali (Perbuatan), yaitu orang munafik yang melakukan perbuatan nifaq yang tidak dapat dipegang pendiriannya, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Orang munafik ini belum keluar dari Islam, namun perbuatannya dapat menggelincirkannya. Dia berada di pinggir keimanan dan mudah terperosok kepada kekufuran atau nifaq i’tiqadi.
This entry was posted in Opinions and tagged , . Bookmark the permalink.