Teknik Shojinka Dalam Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan tenaga kerja dalam Lean & Agile Organization terdapat tiga istilah berbahasa Jepang yang mempunyai keterkaitan konsep namun mempunyai perbedaan makna, yaitu :

  • Shojinka (諸人家). Istilah ini tersusun dari kata-kata 諸 (‘sho’ yang bermakna ‘variasi’), 人 (‘jin’ yang bermakna ‘manusia’ atau ‘tenaga kerja’) dan 家(‘ka’ yang bermakna ‘rumah’ atau ‘stasiun kerja’). Sehingga shojinka berarti variasi tenaga kerja dalam stasiun kerja. Definisi tersebut menunjukkan fleksibilitas untuk mengatur banyaknya tenaga kerja menyesuaikan kebutuhan dalam memenuhi permintaan pada stasiun kerja yang menjadi obyek studi. Saat permintaan tinggi maka tenaga kerja yang dipekerjakan akan lebih banyak, sebaliknya saat permintaan rendah maka tenaga kerja yang dipekerjakan akan lebih sedikit. Lingkup stasiun kerja di sini dapat digantikan lebih luas, misalnya lini produksi atau pabrik, serta juga dapat digantikan lebih sempit, misalnya satuan kerja atau kelompok kerja.
  • Shoninka (諸任家). Istilah ini tersusun dari kata-kata 諸 (‘sho’ yang bermakna ‘variasi’), 任 (‘nin’ yang bermakna ‘tanggung jawab’ atau ‘penugasan’) dan 家(‘ka’ yang bermakna ‘rumah’ atau ‘stasiun kerja’). Sehingga shoninka berarti variasi penugasan dalam stasiun kerja. Definisi tersebut menunjukkan fleksibilitas untuk mengatur penugasan dari masing-masing tenaga kerja menyesuaikan pembagian beban kerja yang harus terlaksana dalam stasiun kerja yang menjadi obyek studi. Saat permintaan tinggi dan tenaga kerja yang dipekerjakan lebih banyak maka masing-masing tenaga kerja akan mendapatkan penugasan lebih sedikit variasi elemen kerjanya, sebaliknya saat permintaan rendah dan tenaga kerja yang dipekerjakan lebih sedikit maka masing-masing tenaga kerja akan mendapatkan penugasan lebih banyak variasi elemen kerjanya.
  • Shoryokuka (諸力家). Istilah ini tersusun dari kata-kata 諸 (‘sho’ yang bermakna ‘variasi’), 力 (‘ryoku’ yang bermakna ‘upaya’ atau ‘kemampuan’) dan 家(‘ka’ yang bermakna ‘rumah’ atau ‘stasiun kerja’). Sehingga shoryokuka berarti variasi kemampuan dalam stasiun kerja. Definisi tersebut menunjukkan fleksibilitas untuk mengatur jenis kemampuan dari semua tenaga kerja menyesuaikan tuntutan keahlian dan keterampilan dari pekerjaan dalam stasiun kerja yang menjadi obyek studi. Saat permintaan tinggi dan variasi elemen kerja tiap tenaga kerja sedikit maka kemampuan yang diperlukan lebih spesifik, sebaliknya saat permintaan rendah dan variasi elemen kerja tiap tenaga kerja banyak maka kemampuan yang diperlukan lebih majemuk.
This entry was posted in Opinions and tagged . Bookmark the permalink.